Jangan Sampai Kecolongan! Simak Pentingnya Surat Perjanjian Bisnis Agar Bisnismu Tetap Aman

Surat perjanjian bisnis

Jangan biarkan bisnismu terjerat sengketa! Pelajari peran surat perjanjian bisnis dan tips menyusunnya untuk meningkatkan kepatuhan bisnis.

Dalam dunia bisnis, surat perjanjian bisnis merupakan dokumen penting yang sering digunakan oleh para pebisnis untuk mengatur hubungan kerjasama antar pihak. Surat ini berfungsi sebagai dasar hukum yang melindungi kepentingan masing-masing pihak yang terlibat. Artikel ini akan membahas mengapa surat perjanjian ini penting bagi pebisnis, komponen utama yang perlu ada dalam surat ini, serta tips menyusun surat perjanjian yang efektif dan profesional.

Fungsi Surat Perjanjian Bisnis

Melindungi kepentingan kedua belah pihak

Surat perjanjian bisnis menjadi landasan hukum yang melindungi kepentingan para pihak yang terlibat dalam suatu kesepakatan. Dengan adanya surat perjanjian, pihak-pihak yang terlibat dapat menjamin hak dan kewajiban masing-masing.

Menjaga hak dan kewajiban

Surat perjanjian bisnis akan mencakup hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut. Hal ini memastikan bahwa semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai hak dan kewajiban mereka dalam kerjasama tersebut.

Menyediakan kerangka kerja hukum

Surat perjanjian bisnis menjadi kerangka kerja hukum yang mengatur hubungan antara pihak-pihak yang terlibat. Hal ini memudahkan para pihak untuk menyelesaikan permasalahan yang mungkin timbul selama masa kerjasama.

Mengurangi risiko sengketa

Dengan adanya surat perjanjian bisnis yang jelas dan rinci, risiko timbulnya sengketa antara pihak-pihak yang terlibat dapat diminimalisir.

Komponen Utama Surat Perjanjian Bisnis

Data pihak-pihak yang terlibat

Surat perjanjian bisnis harus mencantumkan data lengkap dari pihak-pihak yang terlibat dalam kesepakatan tersebut. Data tersebut meliputi nama, alamat, dan identitas lain yang relevan.

Lingkup perjanjian

Bagian ini menjelaskan secara rinci mengenai kesepakatan yang telah disepakati oleh pihak-pihak yang terlibat. Lingkup perjanjian mencakup tujuan kerjasama, durasi, serta ruang lingkup kegiatan yang akan dilakukan.

Hak dan kewajiban masing-masing pihak

Bagian ini menjelaskan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang terlibat dalam perjanjian. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap pihak memahami tanggung jawab mereka dalam kesepakatan tersebut.

Syarat dan ketentuan

Bagian ini mencakup syarat dan ketentuan yang berlaku dalam perjanjian, seperti pembayaran, jaminan, serta hal-hal yang berkaitan dengan pelaksanaan perjanjian. 

Mekanisme penyelesaian sengketa

Surat perjanjian harus mencakup mekanisme penyelesaian sengketa yang disepakati oleh kedua pihak. Hal ini penting untuk menghindari ketidakpastian dan mempermudah penyelesaian masalah yang mungkin timbul di kemudian hari.

Tanda tangan dan cap

Surat perjanjian harus ditandatangani oleh pihak-pihak yang terlibat dan dicap sebagai tanda pengesahan.

Tips Menyusun Surat Perjanjian Bisnis

Pastikan kejelasan tujuan perjanjian

Ketika menyusun surat perjanjian ini, pastikan tujuan perjanjian dijelaskan secara jelas dan rinci untuk menghindari salah paham di kemudian hari.

Konsultasi dengan ahli hukum

Sebelum menyusun surat perjanjian ini, ada baiknya berkonsultasi dengan ahli hukum untuk memastikan bahwa dokumen tersebut telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku.

Menggunakan bahasa yang mudah dipahami

Surat perjanjian ini sebaiknya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat, guna menghindari salah paham atau kesalahpahaman.

Membuat perjanjian yang adil dan seimbang

Pastikan bahwa surat perjanjian ini mencerminkan hak dan kewajiban yang adil dan seimbang bagi semua pihak yang terlibat.

Menyimpan dokumen dengan aman

Setelah surat perjanjian selesai dibuat, pastikan untuk menyimpan dokumen tersebut dengan aman sebagai bukti kesepakatan yang telah disepakati.

Contoh-contoh Surat Perjanjian Bisnis

Perjanjian kerjasama usaha

Surat perjanjian yang mengatur kerjasama antara dua atau lebih pihak dalam menjalankan usaha bersama.

Perjanjian sewa-menyewa

Surat perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban antara penyewa dan pemilik properti yang disewakan.

Perjanjian jual beli

Surat perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban antara pembeli dan penjual dalam transaksi jual beli barang atau jasa.

Perjanjian lisensi

Surat perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban antara pemberi lisensi dan penerima lisensi dalam penggunaan hak kekayaan intelektual.

Perjanjian kemitraan

Surat perjanjian yang mengatur hak dan kewajiban antara mitra bisnis dalam menjalankan usaha bersama.

Berikut ini adalah contoh kerangka surat perjanjian bisnis yang dapat diadaptasi dan disesuaikan dengan kebutuhan dan jenis kerjasama bisnis:

SURAT PERJANJIAN BISNIS

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Perusahaan: [Nama Perusahaan A]

Alamat: [Alamat Perusahaan A]

Nama Penanggung Jawab: [Nama Penanggung Jawab Perusahaan A]

Nama Perusahaan: [Nama Perusahaan B]

Alamat: [Alamat Perusahaan B]

Nama Penanggung Jawab: [Nama Penanggung Jawab Perusahaan B]

selanjutnya disebut sebagai “PIHAK” secara bersama-sama telah menyepakati untuk mengadakan perjanjian bisnis dengan rincian sebagai berikut:

I. Kegiatan Bisnis

PIHAK sepakat untuk melakukan kerjasama bisnis dalam bidang [jenis kegiatan bisnis yang akan dilakukan] dengan tujuan [tujuan bisnis yang ingin dicapai].

II. Masa Kerjasama

Masa kerjasama dimulai pada tanggal [tanggal awal kerjasama] dan berakhir pada tanggal [tanggal akhir kerjasama] kecuali diperpanjang atau diakhiri sesuai dengan ketentuan dalam perjanjian ini.

III. Hak dan Kewajiban

PIHAK sepakat untuk menjalankan kerjasama ini dengan penuh tanggung jawab dan mematuhi hak dan kewajiban yang telah disepakati sebagai berikut:

A. Hak dan Kewajiban [Nama Perusahaan A]

[Kewajiban dan hak yang dimiliki oleh Perusahaan A]

[Kewajiban dan hak yang dimiliki oleh Penanggung Jawab Perusahaan A]

B. Hak dan Kewajiban [Nama Perusahaan B]

[Kewajiban dan hak yang dimiliki oleh Perusahaan B]

[Kewajiban dan hak yang dimiliki oleh Penanggung Jawab Perusahaan B]

IV. Pembayaran

[Penjelasan mengenai pembayaran yang harus dilakukan oleh masing-masing pihak, seperti pembayaran awal, jangka waktu pembayaran, dan sanksi bila terlambat melakukan pembayaran.]

V. Konfidensialitas

PIHAK sepakat untuk menjaga kerahasiaan informasi dan data bisnis yang diperoleh dari pihak lain dalam kerjasama ini.

VI. Penyelesaian Sengketa

PIHAK sepakat untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dari kerjasama ini secara musyawarah untuk mencapai mufakat (MM).

VII. Pemutusan Perjanjian

Perjanjian ini dapat diakhiri oleh salah satu pihak dengan memberikan pemberitahuan tertulis kepada pihak lainnya selama [jumlah] hari sebelum tanggal akhir perjanjian.

VIII. Ketentuan Umum

A. Perjanjian ini tidak dapat dialihkan oleh pihak lain tanpa persetujuan tertulis dari kedua belah pihak.

B. Setiap perubahan dan/atau penambahan terhadap perjanjian ini hanya dapat dilakukan secara tertulis dan disepakati oleh kedua belah pihak.

C. Perjanjian ini dibuat dan diatur berdasarkan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

IX. Tanda Tangan

Demikianlah perjanjian ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai tanda persetujuan dan kesepakatan.

[Nama Perusahaan A] [Nama Perusahaan B]

[Nama Penanggung Jawab Perusahaan A] [Nama Penanggung Jawab Perusahaan B]

Contoh di atas adalah kerangka umum dari surat perjanjian bisnis yang dapat disesuaikan dengan jenis kerjasama bisnis yang akan dilakukan. Pastikan untuk mengisi setiap bagian sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Read more: Cara Mencari Modal Awal: Solusi Terbaik untuk Pelaku Bisnis yang Siap Berkembang

Kesimpulan

Surat perjanjian bisnis merupakan dokumen yang sangat penting bagi pebisnis dalam mengatur hubungan kerjasama antar pihak. Dengan adanya surat perjanjian yang efektif dan profesional, pebisnis dapat melindungi kepentingan mereka dan mengurangi risiko sengketa yang mungkin timbul. Oleh karena itu, penting bagi pelaku bisnis untuk memahami komponen utama dan tips menyusun surat perjanjian agar dapat menyusun surat perjanjian yang efektif dan profesional. Sebagai tambahan, perlu diingat bahwa setiap surat perjanjian harus didasarkan pada hukum yang berlaku dan dirumuskan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua pihak yang terlibat.

Masih Bingung Mau Mulai Berbisnis atau Sudah Punya Bisnis tapi Masih Gitu-gitu Aja? Gabung Juragan DOKU Yuk!

Setelah mengetahui seputar surat perjanjian bisnis dalam artikel ini, semoga kamu bisa terinspirasi untuk memulai berbisnis atau melakukan kerjasama bisnis dengan investor atau rekan berbisnis yang bisa membuat bisnis kamu semakin bertahan dan berkelanjutan pada era digital ini.

Selamat mencoba dan semoga sukses! Agar menang dalam persaingan era digital, ayo gabung Juragan DOKU!

Juragan DOKU ialah sahabat berjualan persembahan DOKU yang akan mendukung aktivitas jualan kamu dengan fitur pembayaran digital seperti Payment Link yang bisa perbanyak transaksi sukses melalui WhatsApp, e-Katalog yang bisa buat toko online secara mandiri, QRIS yang bisa terima pembayaran dengan satu kode QR dan yang gak boleh dilewatkan kamu bakal mendapat edukasi berupa pelatihan seputar bisnis gratis!

Cara bergabungnya gampang, klik di sini sekarang!